berbagi saja

Uneg-uneg

Rasa Hati

Semalam, waktu selesai makan malam, kuperhatikan lalu-lalang kendaraan di depanku. Jarum jam d arloji menunjukkan pukul 10 lewat, namun kondisi jalan masih terlihat ramai. Entah kesibukan apa yang membuat mereka masih harus menyusuri jalanan sampai selarut ini. Tidakkah mereka ingin menutup hari dengan beristirahat tenang di peraduan saat itu?

Akan ada A-Z jawaban untuk pertanyaan seperti itu, biarlah itu jadi rahasia mereka, aku terlalu jenuh untuk menebak kemungkinan-kemungkinanya. Lalu aku sendiri? Ah, rasa laparlah yang menuntunku sampai di jalan ini kawan, sebuah perempatan di sudut kota Jogja. Sendiri. Akan sangat menyenangkan kalau ditemani oleh seseorang yang spesial.

Tiba-tiba aku teringat dia yang tinggal di bagian barat pulau ini. Sms terakhir darinya terasa sekali mewakili rasa di hatinya. Untuk kesekian kali aku membuatnya kecewa. Tak ada alasan yang bisa kuucap, karena memang aku salah. Hanya kata maaf yang keluar dari mulut dan hatiku.

Maafkan aku…

Iklan

Adiksi

+: hati-hati fb bisa bikin addict!

-: itu mah isu lama

+: tapi bener ko

-: nah, aku kan ga bilang ‘nggak’

Saya tidak sedang memojokkan facebook, dan saya juga bukan orang yang anti fb, toh saya juga punya akun fb. Saya hanya coba untuk mengingatkan.

Tempatkan sesuai porsinya, be wise ok.

– dedicated for facebook addict –


Kenangan

Aku adalah tipe orang yang setia pada kenangan

Selalu melihat barang pribadi dari sudut kenangan

Dia menemani

Dia bisa bercerita tentang masa lalu

Apalagi kalau barang itu pertama kali dimiliki

Tapi kini dia hilang

Iya, aku kehilangan HP Nokia 3530 karena kecerobohan seseorang

Seakan ada sebagian dari diriku yang ikut hilang

Untuk sesaat aku kesal dan marah

Betapa tidak

Dia yang telah menemani bertahun-tahun hilang begitu saja

Itu adalah musibah, tentu saja

Aku harus sabar

Dan merelakan dia pergi

Bersama beberapa kenangan didalamnya


Bravo Timnas

Indonesia memang kalah dari tim kesebelasan Korea Selatan, tapi tim Indonesia sudah memberikan yang terbaik untuk membuktikan mereka bisa bersaing dengan kesebelasan negara-negara Asia lainya dalam Asian Cup 2007.

Satu capian yang cukup bagus menurut saya, setidaknya permainan para ‘pejuang-pejuang’ merah putih menunjukkan semangat yang pantang meyerah sampai peluit akhir ditiup oleh wasit. Hal ini ditunjukkan dengan kemenangan melawa Bahrain di pertandingan perdana, dan hampir menahan imbang tim raksasa Asia dari Arab Saudi kalau saja wasit bisa bersikap lebih adil.

Terasa menyesakkan memang kekalahan itu, tapi kita tidak boleh terus-terusan menangis apalagi larut dalam kesedihan karena di depan masih ada asa yang harus di rajut oleh putra-putra terbaik di tim nasional sepakbola kita

Hidup timnas Indonesia.

Hidup sepakbola Indonesia.

Hidup Indonesia.


Salah Paham

Siang itu seorang teman – namanya Adi tapi lebih suka dipanggil Mbah – datang maen ke kos sekitar jam 1 siang. Setelah ngobrol cukup lama baru inget kalo ada titipan salam dari teman

“Mbah dapet salam dari Haji”

“Haji yang di FS?”

“Iya”

“Wa’alaikumsalam”

“Tuh aku punya no hp nya klo mo sms”

“Boleh”

Abis itu kita maen ke kontrakan teman di Jalan Kaliurang km 14, katanya dia baru upgare komputernya make sistem terbaru (paling ga mendekati lah), pasti canggih neh mesin, jadi penasaran pengen nyobain 😀 . Pas mo berangkat ternyata ada sms balesan

“Dari Haji Mbah?”

“Iya, dia bilang lagi ol, gimana, mo mampir ke warnet dulu? Katanya sih dia masih ol sejam lagi”

“Ya udah sambil jalan aja”

Di jalan ketemu warnet A, cuma pas masuk ke dalam mas OP bilang klo warnetnya lagi penuh, mo nunggu belum tentu dapet cepet juga, jadi mending nyari warnet lainya. Akhirnya dapet juga warnet yang lain, tapi lagi-lagi ga ada komputer yang kosong. Emang lagi ga ‘diijinkan’ ketemuan di jagat maya kali, jadinya ya langsung aja lurus ke kontrakan temen, lagian emang udah deket seh.

Nyampe di tempat hal pertama yang dilakuin adalah ‘nyobain komputer’, pastinya tidak lain dan tidak bukan adalah game bola yang pertama yang jadi alat uji coba tuh computer 😀 , dan hasilnya, menakjubkan!, nggak salah orang jawa bilang ‘rego nggowo rupo’.

“Eh ga pa2 neh Mbah kita ga jadi ol ma Haji, takutnya dia nungguin”

“Tadi dah mampir ke warnet, tapi penuh kan, lagian dia bilang kan sejam lagi, neh udah hampir sejam”

“Sms dia dulu deh, sini hp lo”

Sms terkirim, tapi ga ada balasan. Selesai maen game bola eh ada yang ngajakin maen bola beneran, dan emang hampir tiap sore anak-anak komplek situ suka maen bola, lumayan buat nyari keringet. Permainan selesai pas maghrib.

“Fris, Haji bales sms neh, tapi ko jadi gini yah”

“Jadi gimana?”

“Kayanya ada salah paham”

“Emang lo tadi sms apaan?”

Mbah ngejelasin kalo tadi dia sms buat becandaan aja, tapi karena teman yang ada di belahan bumi lain sono kayanya dah ga sabaran pengen dibales – soalnya miscall terus 🙂 – makanya Mbah kirim tuh sms apa adanya padahal belum selesai sepenuhnya. Kejadian deh kesalah pahaman itu. Coba d sms lagi, balesan ga ada yang masuk.

“Biarin dulu aja deh Mbah, ntar aga maleman dihubungi lagi, sekarang kita pulang yuk”

Ah cuma gara-gara sms doank urusanya jadi kaya gini. Yang paling kepikiran pastinya seh si Mbah, keliatan dari ekspresi mukanya pas dapet sms ‘mengejutkan’ itu 😀 , makanya lain kali ati-ati Mbah klo sms . Untungya masalahnya dah selesai malam itu setelah ngomong sama mbak Haji, dan tadi pagi Mbah dan Haji dan ‘baikan’, bagus deh. Maaf ya Haji atas apa yang terjadi kemaren 🙂 .


Undangan dari teman

netlog11.jpg

Beberapa saat yang lalu pas saya buka-buka email, ternyata ada salah satu temen yang mengundang saya untuk bergabung di situs di atas. Yup benar sekali, situs itu adalah situs pertemanan, kaya friendster gitu.

Dengan berat hati terpaksa saya tolak undangan itu. Maaf ya bagi yang sudah mengundang saya bergabung 😀 , bukan apa-apa seh sebenernya, hanya saja saya khawatir ga keurus nantinya soalnya saya sudah bergabung di beberapa situs yang sejenis 🙂 , salah satunya tentu saja friendster (bukan promosi ya, tapi di Indonesia emang friendster yg paling banyak digunakan, malah orang Indonesia merupakan pengguna friendster terbanyak ke-3 di dunia, wow ).

Mau tau situs apa saja yang setipe dengan friendster? Ini daftarnya, tapi sebagian aja yah…

1. MySpace (www.myspace.com)

2. Orkut (www.orkut.com)

3. Multiply (www.multiply.com)

4. MeetUp (www.meetup.com)

5. Tribe.Net (www.tribe.net)

6. Linkedin (www.linkedin.com)

7. TheFaceBook (www.thefacebook.com)

8. Monster(www.monster.com)

Yang dari dalam negri juga ada, neh beberapa diantaranya

1. Temanster (www.temanster.com)

2. Sohib (www.sohib.com)

3. Fupei (www.fupei.com)

Nah sekarang tinggal pilih mana yang mau di pake, tapi ingat, tetap harus diurus, takutnya nanti ada temen yang kirim pesen tapi karena kita ga pernah buka jadi ga kebaca, kasian kan yang dah ngirim tu pesan. Jadi silakan nikmati fasilitas yang ada, mumpung gratis 😀 …


Jepang

Kalau ada orang yang menawarkan perjalanan ke luar negri tapi hanya satu pilihan, maka dengan sangat yakin sekali akan saya jawab Jepang. Emang siapa yang mau nawarin? Ah namanya juga berandai-andai, anggap saja Sampeyan yang menjadi orang itu 🙂 . Tapi kenapa Jepang? Tidak ada alasan khusus sih sebenarnya, hanya saja saya suka Jepang dan budayanya.

Jepang merupakan salah satu negara yang mempunyi sejarah budaya yang panjang, dimulai dari 600.000 tahun yang lalu dimana diperkirakan daerah Jepang mulai dihuni oleh manusia. Kemudian pada jaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan bebatuan yang telah dipoles yang pertama di dunia, sekitar tahun 30.000 SM. Lalu pada saat berakhirnya zaman es terakhir dan datangnya periode yang lebih hangat lahirlah kerajinan tembikar pertama di dunia pada sekitar 11.000 SM. Jaman ini lebih dikenal sebagai jaman prasejarah negri Jepang.

Periode berikutnya adalah periode Jepang Klasik. Menurut mitologi tradisional Jepang, Jepang didirikan oleh Kaisar Jinmu pada abad ke-7 SM, yang memulai mata rantai kaisar-kaisar yang masih belum putus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan anggota-anggota istana, para shogun, pihak militer, dan pada zaman modern, perdana menteri.

Bagian sejarah Jepang meninggalkan catatan dimulai pada abad ke-5 dan 6 Masehi, saat sistem tulisan Tionghoa, agama Buddha, dan kebudayaan Tionghoa lainnya diperkenalkan Baekje, sebuah kerajaan di Korea. Melalui Perintah Perubahan Taika pada tahun 645, Jepang memperkuat penggunaan kebudayaan-kebudayaan Tionghoa, dan menyusun ulang sistem pemerintahannya dengan mencontoh dari Tiongkok. Ini membuka jalan bagi kekuatan filsafat Konfusianisme Tionghoa yang dominan di Jepang hingga abad ke-19.

Periode Nara pada abad ke-8 menandai sebuah negeri Jepang yang kuat yang dipusatkan pada sebuah istana kekaisaran di kota Heijo-kyo (kini Nara). Istana kekaisaran tersebut kemudian pindah ke Nagaoka dan lalu Heian-kyo (kini Kyoto), memulai “masa keemasan” kebudayaan klasik Jepang yang dipanggil periode Heian.

Zaman pertengahan Jepang dicirikan bangkitnya kelompok penguasa yang terdiri dari para ksatria yang disebut samurai. Pada tahun 1185, jendral Minamoto no Yoritomo adalah orang pertama yang menjadi penguasa pada saat yang bersamaan dengan Kaisar; dia berkuasa di Kamakura, di sebelah selatan Yokohama masa kini. Setelah Yoritomo wafat, klan ksatria lainnya Hojo, mengambil kekuasaan sebagai semacam adipati bagi para shogun. Keshogunan tersebut berhasil menahan serangan Mongol dari wilayah Tiongkok kekuasaan Mongol pada tahun 1274 dan 1281. Meskipun Keshogunan Kamakura ini terbilang stabil, tak lama kemudian Jepang pecah kepada faksi-faksi yang saling berperang dalam masa yang kemudian dikenal sebagai Zaman Negara-Negara Berperang atau periode Sengoku.

Pada abad ke-16, para pedagang dan misionaris dari Eropa tiba di Jepang untuk pertama kalinya, mengawali periode “Nanban” (“orang-orang barbar dari Selatan”) yang diisi pertukaran perniagaan dan kebudayaan yang aktif antara Jepang dan dunia Barat. Sekitar masa yang sama, Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu, makin memperkuat kontrolnya terhadap negara-negara berperang tersebut. Penanganan Nobunaga terhadap negara yang semena-mena dan otoriter membuatnya menjadi penguasa yang tidak disukai, meski kejeniusan militernya tidak dapat disangkal. Penjajahan terhadap Korea yang dilaksanakan Hideyoshi pada tahun 1592 juga membuat namanya tercemar dalam sejarah Jepang, khususnya setelah Jepang berhasil diusir pasukan Dinasti Ming dari Tiongkok dan angkatan laut Korea.

Tokugawa akhirnya mempersatukan negara setelah mengalahkan para musuhnya pada Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600, dan memindahkan ibu kota ke Edo (kini Tokyo) dan memulai Keshogunan Tokugawa.

Keshogunan Tokugawa, yang curiga terhadap pengaruh misionaris Katolik, melarang segala hubungan dengan orang-orang Eropa kecuali hubungan terbatas dengan pedagang Belanda di pulau Dejima. Mereka juga menjadi lebih berhati-hati terhadap pedagang dengan Tiongkok, khususnya setelah suku Manchu menguasai Tiongkok dan mendirikan Dinasti Qing. Suku Manchu menguasai Korea pada tahun 1637, dan pihak Jepang takut akan kemungkinan invasi dari suku Manchu. Jepang karena itu menjadi bahkan lebih terisolasi lagi dibandingkan sebelumnya. Periode pengurungan diri ini berakhir dua setengah abad kemudian, pada masa persatuan politis yang dikenal sebagai periode Edo, yang dianggap sebagai masa puncak kebudayaan pertengahan Jepang.

Pada tahun 1854, Komodor AS, Matthew Perry memaksa dibukanya Jepang kepada Barat melalui Persetujuan Kanagawa. Para samurai yang menganggap bahwa ini menunjukkan lemahnya keshogunan mengadakan pemberontakan yang berujung kepada Perang Boshin pada tahun 18678. Pihak keshogunan akhirnya mundur dan Restorasi Meiji mengembalikan kekuasaan kepada Kaisar. Jepang mengadopsi beberapa institusi Barat pada periode Meiji, termasuk pemerintahan modern, sistem hukum, dan militer. Perubahan-perubahan ini mengubah Kekaisaran Jepang menjadi kekuatan dunia yang mengalahkan Tiongkok dalam Perang Tiongkok-Jepang dan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang. Hingga tahun 1901, Jepang telah menguasai Taiwan, separuh dari Sakhalin, dan Korea.

Awal abad ke-20 sempat menjadi saksi mata kepada “demokrasi Taisho” yang lalu diselimuti bangkitnya nasionalisme Jepang. Pada tahun 1936, Jepang menanda tangani Pakta Anti-Komintern dan bergabung dengan Jerman dan Italia untuk membentuk suatu aliansi axis. Pada tahun 1937, Jepang menginvasi Manchuria yang menyebabkan terjadinya Perang Tiongkok-Jepang (1937). Pada tahun 1941, Jepang menyerang pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, dan membawa AS memasuki Perang Dunia II. Setelah kampanye yang panjang di Samudra Pasifik, Jepang kehilangan wilayah-wilayah yang awalnya dimilikinya, dan AS mulai melakukan pengeboman strategis terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota besar lainnya serta pengeboman atom terhadap Hiroshima dan Nagasaki. Jepang akhirnya menyerah kepada pihak Sekutu pada 15 Agustus 1945.

Pendudukan Amerika secara resmi berakhir pada tahun 1952, meski pasukan AS tetap mempertahankan pangkalan-pangkalan penting di Jepang, khususnya di Okinawa. Jepang menggunakan konstitusi baru sejak tahun 1947, yang menetapkan negara tersebut sebagai negara demokratis pasifis. Setelah pendudukan tersebut, produk domestik bruto Jepang tumbuh menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia di bawah program pengembangan industri yang agresif, proteksionisme, dan penundaan pertahanan strategis kepada AS. Meskipun pasar saham sempat jatuh dengan tajam pada tahun 1990 dan negara tersebut hingga kini masih belum pulih sepenuhnya dari hal itu, Jepang tetap merupakan sebuah kekuatan ekonomi dunia dan akhir-akhir ini telah mulai bangkit sebagai kekuatan strategis dengan mengirimkan pasukan non-pertempuran ke Perang Teluk, upaya kemanusiaan PBB untuk membangun kembali Kamboja, dan invasi AS terhadap Irak pada tahun 2003.

Begitulah sekilas perjalanan sejarah sebuah negara yang dikenal sebagai Jepang atau Negri Matahari Terbit. Tapi sebelum Sampeyan memberangkatkan saya ke Jepang, saya mau nanya, boleh ndak saya ngajak teman 😀?

diketik menggunakan OpenOffice 2.0.3

dengan OS Linux Mandriva 2007