berbagi saja

Sport

Final Impian MU vs Barca

‘Final liga champion kapan fris ?’

‘Tanggal 27 besok’

‘Ga asik tuh kalo ga noton bareng ramean!’

Aku tersenyum. Euforia final liga champion -tentunya bagi penggila bola- antara MU vs Barca sangat kentara terasa. Siapa yang akan bilang tidak, ditilik dari kedua kesebelasan niscaya akan menjanjikan duel yang sarat dengan hasrat, gengsi, ketegangan, atraktif, hiburan, bahkan kepentingan ekonomi.

Bertempat di stadion Olimpico di kota Roma, perhelatan akbar tersebut akan digelar. MU dengan catatan rekor belum sekalipun terkalahkan musim ini, plus dengan pertahanan yang tercatat sebagai yang terkokoh diantara tim-tim lainya, akan meladeni gempuran-gempuran pasukan Barca yang disebut sebagai tim paling menakutkan di dunia dengan rekor gol-golnya, plus permainan cantiknya.

Tidak seorangpun tahu hasil akhirnya nanti, namun yang pasti kesemarakanya akan menyebar ke segala penjuru mata angin, tanpa kecuali.

We’ll see…

Iklan

Bravo Timnas

Indonesia memang kalah dari tim kesebelasan Korea Selatan, tapi tim Indonesia sudah memberikan yang terbaik untuk membuktikan mereka bisa bersaing dengan kesebelasan negara-negara Asia lainya dalam Asian Cup 2007.

Satu capian yang cukup bagus menurut saya, setidaknya permainan para ‘pejuang-pejuang’ merah putih menunjukkan semangat yang pantang meyerah sampai peluit akhir ditiup oleh wasit. Hal ini ditunjukkan dengan kemenangan melawa Bahrain di pertandingan perdana, dan hampir menahan imbang tim raksasa Asia dari Arab Saudi kalau saja wasit bisa bersikap lebih adil.

Terasa menyesakkan memang kekalahan itu, tapi kita tidak boleh terus-terusan menangis apalagi larut dalam kesedihan karena di depan masih ada asa yang harus di rajut oleh putra-putra terbaik di tim nasional sepakbola kita

Hidup timnas Indonesia.

Hidup sepakbola Indonesia.

Hidup Indonesia.


Obat itu bernama Piala Liga Primer

Manchester United memang gagal di Liga Champion setelah di singkirkan oleh AC Milan. Kekecewaan yang dirasakan para fans The Red Devil akan sangat susah untuk di hapus.

Namun rasa kecewa itu bisa sedikit terobati karena tim Setan Merah berhasil mendapatkan gelar juara Liga Primer musim ini. Chelsea yang merupakan saingan utama MU untuk merengkuh gelar juara, dipastikan tidak bisa lagi mengejar perolehan angka dengan ketertinggalan 7 poin sedangkan pertandingan tinggal menyisakan 2 duel lagi. Dengan perolehan gelar ini, MU merupakan tim kedua yang paling banyak mengoleksi Piala Liga Primer sebanyak 16 kali setelah Liverpool yang sudah mendapatkan 18 piala.

Sebagai pendukung Manchester United, lega juga rasanya setelah tau klo MU bisa menjadi juara Liga Inggris, karena sudah tiga tahun gelar itu lepas dari klub sepakbola yang bermarkas di Old Trafford ini.

Perjalanan masih panjang buat MU untuk tetap menjadi yang terbaik di Inggris, apalagi tim-tim yang lain juga tidak mau tinggal diam, terutama Chelsea, Arsenal dan Liverpool yang notabene adalah tim-tim besar dan kuat di pentas Liga Inggris. Tapi buatku dan tentunya semua fans MU, Manchester United tetaplah yang terhebat 😀 .

GLORY GLORY GLORY MANCHESTER UNITED


Duh MU ku …

Kecewa, sedih, kesel adalah perasaan yang pastinya dirasakan para fans atau pendukung klub sepakbola Manchester United si Setan Merah setelah tadi pagi di kandaskan oleh klub asal kota Milan AC Milan dengan skor cukup telak 3:0. Pupus sudah impian dan obsesi MU untuk mengulangi kenangan indah ketika meraih Trebel Winner pada tahun 1999.

Ketika itu MU mampu meraih sekaligus tiga piala dalam satu musim yaitu Liga Primer, Piala FA dan tentu saja Liga Champion. Hanya saja urusan sepakbola tidak melulu hitung-hitungan di atas kertas, semua bisa berpengaruh, dan tentu saja atmosfir di kandang lawan juga merupakan pengaruh besar dalam menentukan hasil suatu pertandingan. Dan ternyata para Milanisti di kandang AC Milan – San Siro- memberikan suntikan semangat yang begitu besar kepada klub pujaanya, dan hasilya MU kerepotan dalam membangun serangan ke jantung pertahanan lawan. Pada akhirnya MU harus mengakui keunggulan lawan setelah Milan sukses memasukkan 3 gol tanpa balas.

“Bola itu bulat kawan, tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di suatu pertandingan sepakbola”

Begitu kata teman saya yang mecoba untuk memberi komentar atas hasil dari big match tadi pagi. Lantas dia menambahkan:

“Sudahlah, jangan larut dalam kesedihan”

Terang saja dia bisa bilang begitu 😦 , lha wong dia itu Milanisti je, tapi bagi saya yang pendukung Manchester United ini tidak bisa melupakan begitu saja kekalahan menyakitkan itu 😦 .


You’ll Never Walk Alone

You’ll Never Walk Alone, buat para penggemar The Red atau Liverpool bukan kata yang asing lag, bahkan bagi mereka itu adalah kalimat keramat -sekeramat stadion Anfield- yang menyertai perjalanan sebuah klub dari kota pelabuhan Liverpool di Inggris, bahkan You’ll Never Walk Alone merupakan judul lagu yang selalu dinyayikan di setiap laga Liverpool baik di kandang maupun tandang.

Dan sepertinya lagu You’ll Never Walk Alone bakal akan dinyanyikan kembali di final liga Champion setelah Liverpool memastikan diri mendapatkan tiket final setelah mengalahkan Chealsea dengan adu pinalti yang berakhir 4:2.

Sekarang tinggal menunggu siapa yang akan jadi lawan Liverpool di final yang diadakan di Athena, apakah MU atau Milan. Sebagai pendukung Manchester United tentu saja saya mengharapkan MU akan berlaga di final bersama Liverpool, dan yang menjadi juara adalah MU The Red Devil (maunya seh gitu, semoga 😀 )…


Champion League

Liga Champion sudah memasuki babak semi final dan menyisakan 4 tim besar yaitu Manchaster United, AC Milan, Liverpool dan Chelsea.

Dua klub pertama sudah menyelesaikan pertandingan leg pertama dan hasilnya MU lah yang menjadi pemenang pada pertandingan tersebut dengan skor 3:2. Bukan skor yang aman buat MU tentunya, karena dengan 2 gol di kandang MU, Milan mempunya peluang yang cukup besar karena dengan kemengan 2:1 atau 1:0 di San Siro maka Milan akan melaju ke Final di Athena.

Awalnya Liga Champion bernama Piala Para Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs’ Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, beda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship), kejuaraan ini dimulai pada 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg di mana tim-tim akan bermain dua pertandingan, satu di tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di negara mereka ditambah dengan pemegang juara saat itu yang diperbolehkan ikut ajang kompetisi ini.

Format dan namanya kemudian diganti pada 1992/93 dan kini kejuaraan ini mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (di mana tim-tim bermain dalam bentuk “tandang kandang” seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur merupakan pertandingan dua leg kecuali pertandingan final, yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan.

Real Madrid CF telah menjuarai kompetisi ini sembilan kali. Tim-tim yang paling sukses berikutnya adalah AC Milan (6 kali), Liverpool FC (5 kali), FC Bayern München dan AFC Ajax (4 kali).